Valencia Ganti Pelatih: Manajemen Rekrut Eks Bos Villarreal

Valencia Ganti Pelatih: Manajemen Rekrut Eks Bos Villarreal

3 menit baca

Los Che memutuskan mengganti pelatih setelah tujuh pertandingan tanpa kemenangan dan mengumumkan pelatih baru dalam 48 jam.

Valencia Akhiri Era Rubén Baraja

Setelah rentetan hasil buruk di La Liga, Valencia CF akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Rubén Baraja, pelatih yang sebelumnya berhasil menyelamatkan tim dari degradasi pada musim 2023/24.
Keputusan ini diambil usai Los Che gagal menang dalam tujuh laga berturut-turut, dengan hanya mencetak tiga gol dan kebobolan 14.

Dalam pernyataan resmi klub, manajemen menyebut pemecatan ini dilakukan demi “menyegarkan dinamika tim dan mengembalikan semangat kompetitif di ruang ganti.”
Baraja meninggalkan kursi pelatih dengan catatan 15 kemenangan, 11 seri, dan 18 kekalahan selama masa jabatannya.

“Kami berterima kasih atas dedikasi Baraja terhadap klub ini. Ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah Valencia,” tulis pernyataan resmi di situs klub.


Eks Pelatih Villarreal Jadi Kandidat Kuat

Menurut laporan dari Marca dan Superdeporte, Valencia telah mencapai kesepakatan lisan dengan Quique Setién, mantan pelatih Villarreal dan Barcelona.
Ia disebut akan menandatangani kontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan satu tahun, dan diperkenalkan dalam waktu 48 jam ke depan.

Setién dikenal dengan gaya permainan possession football dan build-up progresif — sesuatu yang sangat kontras dengan pendekatan pragmatis Baraja.
Manajemen Valencia berharap filosofi baru ini dapat menghidupkan kembali permainan menyerang dan menarik kembali dukungan publik Mestalla yang mulai menurun.

“Kami ingin tim kembali menguasai bola dan menyerang dengan identitas yang jelas,” ujar salah satu petinggi klub dalam wawancara anonim dengan Cadena SER.


Krisis Performa dan Masalah Internal

Valencia saat ini duduk di posisi ke-15 klasemen sementara, hanya berjarak empat poin dari zona degradasi.
Selain performa di lapangan, terdapat laporan tentang ketegangan antara Baraja dan beberapa pemain senior, termasuk José Gayà dan Hugo Duro, terkait strategi bertahan yang terlalu konservatif.

Dalam tiga pertandingan terakhir, tim bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama — statistik yang memperkuat alasan pemecatan.
Para penggemar juga menunjukkan ketidakpuasan mereka melalui spanduk bertuliskan “Queremos identidad, no excusas” (Kami ingin identitas, bukan alasan) saat laga melawan Celta Vigo.


Tantangan untuk Pelatih Baru

Jika benar Setién yang mengambil alih, ia akan menghadapi tugas berat:

  1. Mengembalikan moral pemain muda seperti Javi Guerra, Diego López, dan Fran Pérez.
  2. Meningkatkan produktivitas lini depan, yang hanya mencetak 12 gol dari 13 pertandingan.
  3. Merebut kembali kepercayaan publik Mestalla, yang dikenal keras terhadap manajemen klub.

Selain itu, Setién juga harus bekerja dengan anggaran transfer terbatas, karena pemilik klub, Peter Lim, dikabarkan tidak akan membuka dana besar pada Januari.

“Tantangan di Valencia bukan hanya taktik, tapi juga politik dan psikologi,” tulis kolumnis El País.


Analisis: Pergantian yang Diperlukan atau Panik?

Pergantian pelatih ini menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat.
Beberapa pihak menilai keputusan tersebut tepat waktu karena tren negatif bisa membawa klub ke zona merah.
Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa Valencia terlalu sering mengganti pelatih tanpa rencana jangka panjang, menciptakan siklus ketidakstabilan yang tak kunjung berakhir.

Sejak tahun 2015, Los Che telah mengganti 11 pelatih, termasuk nama-nama seperti Marcelino, Gattuso, Bordalás, dan Baraja — cerminan betapa sulitnya membangun kontinuitas di bawah struktur manajemen saat ini.


Dukungan Fans: Hati Mestalla Masih Panas

Meski kecewa dengan hasil buruk, mayoritas fans tetap menunjukkan cinta kepada klub.
Tagar #AmuntValencia kembali menjadi trending di media sosial setelah pengumuman resmi, menandakan semangat komunitas yang tak pernah padam.

Beberapa kelompok suporter berharap pelatih baru dapat mengembalikan era kejayaan Valencia seperti di masa Rafa Benítez — ketika disiplin taktik dan permainan menyerang berjalan beriringan.


Valencia kini memasuki fase transisi yang menentukan.
Dengan skuad muda potensial, infrastruktur akademi kuat, dan basis fan besar, klub ini memiliki semua elemen untuk bangkit — asalkan manajemen berani berkomitmen pada proyek jangka panjang.

Waktu akan membuktikan apakah perekrutan eks bos Villarreal ini akan menjadi awal kebangkitan, atau sekadar pergantian cepat lainnya di klub yang masih mencari arah.

Komentar